Teknologi Kulit Manusia  Listrik Yang Mencuri Perhatian

Teknologi Kulit Manusia Listrik Yang Mencuri Perhatian!  Mungkin, kamu pernah merasakan tersetrum ketika kulitmu bersentuhan dengan kulit orang lain. Nah, pengalaman ini bukanlah hanya imajinasi kamu belaka, kok. Karena kulit manusia memang memiliki hantaran listrik statis.

teknologi kulit manusia
teknologi kulit manusia

Listrik yang berada di dalam tubuh memiliki peran mengatur fungsi-fungsi organ mulai dari jantung sampai ke otak. Asal listrik di dalam tubuh dari tiga elemen utama antara lain, neutron, elektron dan proton. Penjelasannya, neutron mengandung muatan netral dari dua elemen lain. Elektron mengandung muatan yang bersifat negatif, sedangkan proton mengandung muatan yang bersifat positif.

Sebelum mengulas lebih lengkap mengenai teknologi kulit manusia Anda juga perlu mengetahui informasi mengenai teknologi gaming. Yang saat ini sangat booming untuk bisa Anda gunakan dalam bermain game seperti game  Agen Judi Bola Terbesar Indonesia.

Tubuh yang berada dalam kondisi ideal, mengandung muatan atom yang bersifat positif dan negatif secara seimbang. Jika atom yang terdapat pada kulit manusia memiliki elektron yang berlebih maka akan mengandung muatan negatif yang berlebih, begitu pula jika terlalu banyak proton. Ini bisa juga disebut bioteknologi. Yaitu teknologi pada tubuh, atau lebih tepatnya yang sedang dibahas ialah teknologi kulit manusia.

Atom pada kulit yang memiliki kelebihan elektron kemudian bersentuhan dengan kulit yang kelebih proton, akan merasakan sengatan listrik. Dengan kata lain, sengatan listrik yang kamu rasakan merupakan akibat dari tidak seimbangnya antara elektron dan proton.

Bioteknologi, lebih tepatnya teknologi kulit manusia ini  sudah dipercaya oleh ilmuwan  bahwa melanin, pigmen yang berada di bawah kulit manusia yang memiliki kemampuan untuk mewarnai kulit dan rambut adalah elemen yang dapat membangun implan bionik.

Maka dari itu, pada awal 2019 hal  ini direalisasikan oleh para ilmuwan nano yang berasal dari Italia. Yaitu ilmuwan Paolo Tassini beserta kolega-koleganya, memakai teknologi terbaru yang sukses meningkatkan  kemampuan dari pigmen kulit untuk menghantarkan listrik.

Teknologi kulit manusia ini menjadi momen yang sangat instrumental untuk bidang bioteknologi, dan juga penanaman bioelektronik pada tubuh manusia. Ditambah lagi pengimplanan ini tidak memakai plat metal dan juga memakai bahan yang dibuat secara alami dapat diproduksi oleh tubuh dan tidak akan ditolak oleh sistem imun.

Itulah ulasan mengenai teknologi kulit manusia yang baru muncul pada awal tahun 2019 ini. Semoga saja penelitian ini akan menghasilkan dampak negatif bagi manusia. Juga, semoga artikel ini bermanfaat.